PERJALANAN ROH
(Menelusuri Jejak Roh Dalam Kajian
Islam dan Filsafat)
Roh, misteri yang tidak pernah habis dibahas. Sejak abad
yang jauh, para agamawan, rohaniawan, fisuf , hingga ilmuan telah berusaha
menguak tabir roh. Namun, misteri roh tetap tak tertembus. Pelbagai pertanyaan
tentang roh terus mengusik dan menunggu jawaban dan penjelasan. Bolehkah kita
membahas tentang roh, jika itu termasuk urusan Allah SWT.? Apakah roh termasu
materiil atau immaterial? Apakah roh itu kekal? Apakah roh akan kembali bersatu
dengan badan di alam kubur dan di akhirat? Dan, masih banyak pertanyaan seputar
roh lainnya.
Nah disini saya akan meresensi sebuah buku karya Dr.
Muhammad Sayyid Ahmad Al-Musayyar.
Bagian Pertama : Pengantar
Hukum Membahas Roh
Ilmu yang membahas
tentang fenomena manusia dari berbagai sudut pandang. Ilmu2 itu adalah:
·
Ilmu jiwa
(psikologi) yang mempelajari kecendrungan-kecendrungan, instink, naluri dan
berbagai karakter manusia.
·
Ilmu sosiologi
yang mengungkap hubungan manusia dengan makhluk lainnya.
·
Ilmu ekonomi
yang membahas kegiatan materiil manusia.
·
Ilmu sejarah
yang mengungkap kisah masa lalu manusi, baik secara orang per-orang atau secara
kolektif.
·
Ilmu politik
yang memfokuskan kegiatan manusia terkait dengan hukum dan undang-undang Negara.
·
Ilmu akhlak yang
menjelaskan keutamaan, kebaikan, dan norma-norma etika yang mesti dilakukan
manusia.
Roh Dalam Tinjauan Filsafat
Sebagian filsuf
berpendapat bahwa akal adalah wujud yang paling mulia karena substansi akal
mutlak adalah Allah swt. Setelah akal, urutan selanjutnya adalah roh. Akal lebih
dekat dengan unsur cahaya , sedangkan roh lebih dekat dengan unsur udara dan
tanah.
Bagian Kedua : Roh Pada Kehidupan Dunia
Hakikat Roh
Ada dua tahapan pada
hakikat roh yaitu :
Pertama, tahapan
penapian. Pada tahapan ini, penulis mencoba menyodorkan pendapat para ulama
yang berasumsi bahwa roh tidak memiliki wujud, atau mereka melaukan penafsiran
yang menafikkan keberadaannya.
Kedua, tahapan
penetapan. Pada tahapan ini, penulis mengeukakan dalil-dalil yang menetapkan
wujudnya roh.
Pertumbuhan Roh
Manusia terdiri atas
roh dan jasad. Jasad mulai tumbuh ditempat yang kokoh (rahim ibu). Lalu jasad
mengalami proses perkembangan yang cukup panjang. Mulai dari setetes mani,
menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging yang sempurna kejadiannya
dan yang tidak sempurna kejadiannya. Proses seperti itu sampai batas waktu yang
sudah ditentukan. Kemudian jasad itu keluar dalam bentuk bayi, dan secara
berangsur-angsur tumbuh menjadi manusia dewasa yang mencapai puncak kekuatan
fisik. Setelah itu, ia pun berubah menjadi kakek-kakek berusia lanjut, lalu
pikun dan sampai ketahapan tua renta.
Roh Bersama Badan
Roh menjalani
aktivitasnya dengan perantara jasad. Potensi dan fungsi roh beragam, sesuai
dengan kebutuhan manusia, baik dalam berpikir, mengekspresikan perasaan, atau
membentuk keperibadian. Pada puncak kinerjanya, akan muncul daya akal manusia
yang fungsinya sebagai dasar dibebankannya aturan tuhan, sekaligus lambang kemuliaannya.
Dengan akal, manusia menemukan universalitas pengetahuan dan
pemahaman-pemahaman murni yang jauh dari unsur indrawi dan sentuhan-sentuhan
materi.
Roh Sudah Mati
Manusia menjalani
kehidupan yang tuhan berikan sampai batas ajalnya. Setelah itu manusia
meniggalkan kehidupan ini tanpa ada yang mamu menolaknya, baik dengan kekuatan,
kekuasaan, atau yang lainnya. Seluruh manusia tidak berdaya menanti kedatangan
maut yang merupakan cobaan Tuhan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar