Senin, 29 Mei 2017

Tugas Mengikuti Workshop atau Seminar IT dan Non IT

SEMINAR MESM DI BLITAR





WORKSHOP CYBER SANRI DI KEDIRI





WORKSHOP DIGITAL LEARNING DI MAN 3 AMALNG




 

Resensi Buku yang Berjudul Perjalan Roh

PERJALANAN ROH
(Menelusuri Jejak Roh Dalam Kajian Islam dan Filsafat)
            Roh, misteri yang tidak pernah habis dibahas. Sejak abad yang jauh, para agamawan, rohaniawan, fisuf , hingga ilmuan telah berusaha menguak tabir roh. Namun, misteri roh tetap tak tertembus. Pelbagai pertanyaan tentang roh terus mengusik dan menunggu jawaban dan penjelasan. Bolehkah kita membahas tentang roh, jika itu termasuk urusan Allah SWT.? Apakah roh termasu materiil atau immaterial? Apakah roh itu kekal? Apakah roh akan kembali bersatu dengan badan di alam kubur dan di akhirat? Dan, masih banyak pertanyaan seputar roh lainnya.
            Nah disini saya akan meresensi sebuah buku karya Dr. Muhammad Sayyid Ahmad Al-Musayyar.
Bagian Pertama : Pengantar
Hukum Membahas Roh
Ilmu yang membahas tentang fenomena manusia dari berbagai sudut pandang. Ilmu2 itu adalah:
·         Ilmu jiwa (psikologi) yang mempelajari kecendrungan-kecendrungan, instink, naluri dan berbagai karakter manusia.
·         Ilmu sosiologi yang mengungkap hubungan manusia dengan makhluk lainnya.
·         Ilmu ekonomi yang membahas kegiatan materiil manusia.
·         Ilmu sejarah yang mengungkap kisah masa lalu manusi, baik secara orang per-orang atau secara kolektif.
·         Ilmu politik yang memfokuskan kegiatan manusia terkait dengan hukum dan undang-undang Negara.
·         Ilmu akhlak yang menjelaskan keutamaan, kebaikan, dan norma-norma etika yang mesti dilakukan manusia.
Roh Dalam Tinjauan Filsafat
Sebagian filsuf berpendapat bahwa akal adalah wujud yang paling mulia karena substansi akal mutlak adalah Allah swt. Setelah akal, urutan selanjutnya adalah roh. Akal lebih dekat dengan unsur cahaya , sedangkan roh lebih dekat dengan unsur udara dan tanah.

Bagian Kedua : Roh Pada Kehidupan Dunia
Hakikat Roh
Ada dua tahapan pada hakikat roh yaitu :
Pertama, tahapan penapian. Pada tahapan ini, penulis mencoba menyodorkan pendapat para ulama yang berasumsi bahwa roh tidak memiliki wujud, atau mereka melaukan penafsiran yang menafikkan keberadaannya.
Kedua, tahapan penetapan. Pada tahapan ini, penulis mengeukakan dalil-dalil yang menetapkan wujudnya roh.
Pertumbuhan Roh
Manusia terdiri atas roh dan jasad. Jasad mulai tumbuh ditempat yang kokoh (rahim ibu). Lalu jasad mengalami proses perkembangan yang cukup panjang. Mulai dari setetes mani, menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna kejadiannya. Proses seperti itu sampai batas waktu yang sudah ditentukan. Kemudian jasad itu keluar dalam bentuk bayi, dan secara berangsur-angsur tumbuh menjadi manusia dewasa yang mencapai puncak kekuatan fisik. Setelah itu, ia pun berubah menjadi kakek-kakek berusia lanjut, lalu pikun dan sampai ketahapan tua renta.
Roh Bersama Badan
Roh menjalani aktivitasnya dengan perantara jasad. Potensi dan fungsi roh beragam, sesuai dengan kebutuhan manusia, baik dalam berpikir, mengekspresikan perasaan, atau membentuk keperibadian. Pada puncak kinerjanya, akan muncul daya akal manusia yang fungsinya sebagai dasar dibebankannya aturan tuhan, sekaligus lambang kemuliaannya. Dengan akal, manusia menemukan universalitas pengetahuan dan pemahaman-pemahaman murni yang jauh dari unsur indrawi dan sentuhan-sentuhan materi.
Roh Sudah Mati

Manusia menjalani kehidupan yang tuhan berikan sampai batas ajalnya. Setelah itu manusia meniggalkan kehidupan ini tanpa ada yang mamu menolaknya, baik dengan kekuatan, kekuasaan, atau yang lainnya. Seluruh manusia tidak berdaya menanti kedatangan maut yang merupakan cobaan Tuhan.